Name:

Policy Analyst, Researcher

Thursday, September 01, 2005

Buyung Menyesal Telah Bela PKS

Subject: Buyung Menyesal Telah Bela PKS

http://jkt1.detiknews.com/indexfr.php?url=http://jkt1.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/08/tgl/31/time/185615/idnews/433084/idkanal/10

Gara-gara Ahmadiyah
Buyung Menyesal Telah Bela PKS

Fedhly Averouss Bey - detikcom

Jakarta - Membela Ahmadiyah dan Nur Mahmudi dari PKS. Itulah yang
dikerjakan 'pendekar hukum' Adnan Buyung Nasution. Tapi dua kelompok ini
punya prinsip yang berbeda. Ujungnya, Buyung pun menyesal.

Buyung menyesal karena selama ini telah membela PKS. Padahal PKS jelas
menegaskan Ahmadiyah sebagai ajaran yang sesat.

"Saya menyesal telah membela PKS dalam pemilu lalu. Saya juga menyesal
membela Nur Mahmudi Ismail dalam pilkada Depok," tegas Buyung dengan
nada tinggi usai mendampingi 10 pengurus Ahmadiyah melakukan dengar
pendapat dengan Komisi VIII DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu
(31/8/2005).

Dalam rapat dengar pendapat itu, PKS lewat Anshori Siregar menegaskan
bahwa Ahmadiyah telah keluar dari Islam karena memiliki nabi baru dan
memiliki kitab yang berbeda dengan Alquran.

"Padahal saya membela PKS karena merupakan pihak yang dizalimi. Dan
dalam hal ini Ahmadiyah juga merupakan pihak yang dizalimi," tandas
Buyung
yang bersuara menggelegar ini.

Buyung sangat menyayangkan sikap PKS itu. Dia juga menyesalkan fatwa
MUI yang memutuskan Ahmadiyah sebagai aliran sesat.

"Sekarang mungkin Ahmadiyah. Besok bisa jadi yang lain. Bisa JIL, bisa
Ulil Abshar Abdalla, mungkin saja nanti NU yang dibilang bid'ah. Untuk
itu saya menyesali adanya fatwa ini," tegas pria berambut perak itu.

Usai rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VIII dari FKB Anib
Ismail, anggota Komisi VIII dan pengurus Ahmadiyah kembali berdebat.

Pengurus Ahmadiyah menegaskan ajaran yang dianutnya tidak keluar dari
syariat Islam. Tapi menurut Anshori Siregar yang meladeni debat itu,
dengan mengakui adanya nabi setelah Nabi Muhammad SAW, itulah yang
menyebabkan Ahmadiyah keluar dari Islam. (nrl)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home